Pendahuluan
Kehidupan Katolik yang paling otentik adalah kemitraan antara Tuhan dan individu, di mana Tuhan memberikan kekuatan dan kebijaksanaan yang kita butuhkan untuk hidup seperti yang Tuhan minta dari kita, dan individu belajar untuk menjadi wajah Tuhan bagi mereka yang ditemui dalam perjalanan hidup. Prinsip moralitas menjadi penting untuk mengarahkan pikiran-perkataan-perbuatan manusia. Moralitas memberikan orientasi dan arah hidup manusia.
Moral Hidup adalah tentang mengatur bagaimana menghargai hidup sebagai anugerah dari Tuhan yang harus dipelihara sejak awal hingga berakhirnya secara normal: hukuman mati, euthanasia, aborsi, bayi tabung,
peperangan, dan sebagainya.
Kata ‘moral’ secara etimologis berasal dari bahasa Latin ‘mos’ (tunggal) dan ‘mores’ (jamak) yang berarti ‘kebiasaan’, ‘adat’. Franz Magnis Suseno menguraikan moralitas adalah keseluruhan norma-norma, nilainilai dan sikap seseorang atau sebuah masyarakat. Menurutnya, moralitas adalah sikap hati yang terungkap dalam perbuatan lahiriah (mengingat bahwa tindakan merupakan ungkapan sepenuhnya dari hati). Moralitas terdapat apabila orang mengambil sikap yang baik karena ia sadar akan kewajiban dan tanggung jawabnya dan bukan ia mencari keuntungan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata moral mempunyai tiga arti yaitu: (1) ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dsb; akhlak; budi pekerti; susila; (2) kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, dsb; isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan; (3) ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari cerita.









