Pengantar
Pada tahun 2026 ini, kita diajak merenungkan tema: Yesus, Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius. Tema ini mengajak kita untuk menatap kembali wajah Yesus sebagai Guru Ilahi yang mengajar bukan hanya dengan kata-kata, melainkan juga dengan kuasa kasih, kuasa kebenaran, dan kuasa keselamatan. Yesus tidak hanya memberi pengajaran, tetapi juga menghadirkan transformasi hidup. Ia mengajar dengan otoritas ilahi yang memerdekakan manusia dari dosa, ketakutan, dan keputusasaan.
Saudara-saudari terkasih, dalam Injil Matius, kita melihat Yesus sebagai Guru yang menggenapi hukum Taurat. Dia mengajar dengan kewibawaan ilahi, berbeda dari para ahli Taurat. Yesus mengajar dengan hidup-Nya sendiri. Karena itu, sabda yang Ia sampaikan bukan sekadar pengetahuan rohani, melainkan jalan hidup menuju keselamatan. Sabda Yesus mengubah hati, membentuk karakter, dan menuntun manusia kepada relasi yang benar dengan Allah dan sesama.
Seruan Allah Bapa di Gunung Tabor, “Inilah Anak-Ku yang terkasih. Dengarkanlah Dia” (Mat. 17:5), menjadi undangan bagi seluruh Gereja untuk kembali belajar menjadi murid. Mendengarkan Yesus berarti membuka hati, membiarkan sabda-Nya menegur, menghibur, mengarahkan, dan menguatkan hidup kita. Di tengah dunia yang diwarnai kebisingan, opini, hoaks, dan hal-hal negatif lainnya, yang sering menjauhkan manusia dari kebenaran, Gereja mengajak umat kembali kepada satu suara utama: Suara sang Guru sejati, Yesus Kristus.













