








Paus Leo XIV merilis intensi doanya untuk bulan Mei, dan mengajak umat Katolik untuk berdoa agar setiap orang memiliki makanan, karena ia menyoroti bagaimana jutaan saudara dan saudari terus menderita kelaparan sementara begitu banyak makanan terbuang sia-sia. Paus Leo XIV mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk bergabung dengannya pada bulan Mei ini dalam berdoa agar semua orang memiliki makanan. Pada hari Kamis, 30 April 2026, Paus merilis video bulanan “Berdoa Bersama Paus”, yang disiapkan oleh Pope’s Worldwide Prayer Network. https://www.youtube.com/watch?v=-a60VaSe3tY Dalam doanya, Paus dengan sedih mengakui bahwa jutaan saudara dan saudari kita terus menderita kelaparan. Sambil menyesali begitu banyak […]
“Menjaga Suara Dan Wajah Manusia” Saudara-saudari terkasih, Wajah dan suara adalah ciri khas setiap orang. Keduanya menunjukkan jati diri yang unik dan tidak tergantikan, serta menjadi dasar dari setiap perjumpaan antarmanusia. Sejak dahulu, hal ini sudah dipahami dengan baik. Orang Yunani kuno, misalnya, mendefinisikan pribadi manusia dengan kata prósōpon yang berarti “wajah”, yaitu sesuatu yang hadir di hadapan orang lain dan memungkinkan terjadinya hubungan. Dalam bahasa Latin, kata persona (dari per-sonare) juga mengandung makna suara, bukan sembarang suara, melainkan suara khas milik seseorang. Wajah dan suara memiliki nilai yang suci. Keduanya adalah anugerah dari Allah yang menciptakan manusia menurut gambar […]
Ditulis oleh Mariya Gabriel, Asisten Direktur Jenderal Komunikasi dan Informasi, UNESCO Selama delapan puluh tahun, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menempatkan perlindungan dan promosi hak fundamental atas kebebasan berekspresi dan akses informasi sebagai inti mandatnya. Dalam Konstitusi UNESCO tahun 1945 tertulis seruan untuk mendorong “arus bebas gagasan melalui kata dan gambar”, sebuah keyakinan yang lahir dari kehancuran konflik global dan berakar pada pandangan bahwa perdamaian dibangun di atas masyarakat yang terinformasi, pemahaman yang tulus, dan saling menghormati. Namun, seperti diingatkan oleh Paus Leo XIV dalam pesannya pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60, hak fundamental ini bergantung […]


Inti misteri iman yang dirayakan dalam Ibadat Jumat Agung mengenang peristiwa kehidupan hingga kematian Kristus. Ini peristiwa yang menandakan suatu undangan berkelanjutan Allah untuk memulihkan hubungan manusia.
Peristiwa Jumat Agung mengenang pengungkapan Kasih Yesus yang tak terbatas, tak bersyarat di dalam memenapaki panggilan hidup kita ke masa depan yang menyelamatkan.
Ketika dihina ditampar dia diam. Seolah bertanya kepada kita siapa yang lebih bermartabat yang melakukan kekerasan atau yang diperlakukan tidak adil dan ketika ia wafat ia berkata sudah selesai. Apa yang selesai? Yang selesai adalah tugas perutusannya menyatakan bahwa Allah adalah kasih. Kita lalu ingat akan kata-kata Yesus makananku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Penyusun: Rm. FA. Teguh Santosa, Pr